Endang Kiranawati, lahir dari keluarga yang sederhana di
Dusun Sawah, Kecamatan Panggang, Kabupaten Wonosari, Gunungkidul. Lahir pada
tanggal 29 Juli 1973 dari pasangan Slamet Sarjono dan Kamsiati yang merupakan
anak pertama dari 6 bersaudara. Beliau sekarang seorang ibu yang mempunyai 3
orang anak.
Sewaktu kecil, Endang bersekolah di sekolah dasar Sawah 2
yang merupakan sekolah tempat kedua orang tuanya mengajar sebagai guru di
sekolah tersebut. Semua saudaranya juga disekolahkan di sekolah tersebut karena
dekat dengan rumah. Endang mendapatkan didikan yang tegas dari kedua orang tuanya, terutama ibunya yang
memerhatikan pendidikan keenam anaknya. Di rumah yang sederhana berbentuk joglo
tersebut, setiap malam Endang belajar dengan kelima saudaranya, tak jarang pula
anak-anak dari tetangga sekitar datang ke rumah untuk belajar juga karena
mereka merupakan murid-murid dari ibu Endang. Endang juga tak jarang membantu
kedua orang tuanya untuk merawat kebun di sekitar rumah. Endang selalu membantu
kedua orang tuanya karena Endang adalah anak pertama yang diharapkan menjadi
contoh untuk kelima adiknya.
Setamat SD Endang pun melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di
sekolah SMP 1 Panggang Gunungkidul. Kemudian setelah tamat SMP,
Endang melanjutkan sekolah di SPK Kesdam Magelang. Kedua orang tuanya
menginginkan agar Endang menjadi seorang perawat kesehatan. Di sinilah awal
mula Endang bertemu dengan seorang pria asli Magelang yang juga bersekolah di
tempat yang sama. Pria itu bernama Yuli Supriyanto. Setelah sudah lama akrab,
Endang jatuh hati kepada pria tersebut. Hingga lulus SPK Kesdam, mereka berdua
tetap setia sampai mereka memutuskan untuk melanjutkan ke pernikahan.
Pada tahun 1994 mereka menikah dan dikaruniai tiga anak
yaitu dua perempuan dan satu laki-laki dengan nama Prihatsiwi Wulan Mahanani,
Hangger Aryo Yudhistira, dan Nisrina Hasna Huaidah. Endang merawat ketiga
anaknya dan tinggal di rumah dinas di Kota
Magelang. Bersama keluarga kecilnya beliau hidup tentram dan bahagia setelah
berjuang keras membangun kehidupan rumah tangga bersama suaminya.
Ngger3, lain kali harus bisa memilah mana wajib, mana sunah, makruh, bahkan harap. Organisasi yes, tetapi coba tanyakan orang tuamu mengirim ke sini? Sederhana saja: belajar wajib, organisasi OK!
BalasHapus